Langkah Awal Menuju Perubahan

Kamis, 30 Juni 2011

Ilmuwan dan Penemu Dunia: 7. Alexander Graham Bell (1847-1922)

Alexander Graham Bell lahir di Edinburgh, Skotlandia, pada 3 Maret 1847. Ayahnya bernama Alexander Melville Bell. Semasa kecil, Bell telah memperlihatkan rasa ingin tahu yang sangat besar pada dunia sekitarnya yang menyebabkan dia sering mengumpulkan contoh-contoh tumbuhan.

Bell mendapat pendidikan di Universitas Edinburgh dan London. Kemudian, pindah ke Kanada pada tahun 1870 untuk menghindari wabah penyakit tuberkulosis yang berjangkit di Edinburgh, Skotlandia.

Pada 1871, Bell pindah lagi ke AS. Di sana dia mulai mengajar orang-orang yang bisu dan tuli dengan memopulerkan sistem yang disebut “bahasa visual”. Sistem ini sebenarnya pernah dikembangkan oleh ayahnya, Alexander Melville Bell yang menunjukkan bagaiman bibir, lidah, dan tenggorokan digunakan dalam menggambarkan suara.

Sejak usia 18 tahun, Bell telah meneliti gagasan perihal cara mengirimkan dan mentransfer perkataan. Pada 1874, dia mengembangkan penelitian tentang telepon dari cara kerja telegraf. Setahun kemudian, bersama asistennya, Thomas A. Watson, dia berhasil membuat alat yang dapat mengenali bunyi suara. Bersama Watson pula, pada 10 Maret 1876, dia berhasil mengirimkan suara.

Telepon pertama Bell diakui dan diberikan hak paten pada 7 Maret 1876. Dia kemudian banyak melakukan demonstrasi penggunaan telepon. Apalagi setelah dia mendirikan perusahaan Bell Telephone Company pada 9 Juli 1877.

Karena jasa-jasa Bell dalam bidang teknologi, pemerintah Prancis memberi anugerah Volta Prize pada 1880. Hadiah dalam bentuk uang tersebut lalu digunakan oleh Bell untuk membangun Laboratorium Volta di Washington, AS.

Setelah penemuan telepon, Bell melanjutkan penelitian dan pengembangan di bidang komunikasi. Puncaknya adalah penemuan yang disebut Photophone. Alat ini dapat mengirim suara dengan menggunakan gelombang cahaya.

Selain itu, Bell juga melakukan penelitian medis. Dia menemukan teknik untuk mengajar bicara bagi orang-orang tuna rungu dengan menggunakan alat yang dinamakan Audimeter. Alat ini berfungsi untuk mengukur tingkat pendengaran seseorang.

Selama hidupnya, sekira 18 penemuan dari Bell telah diakui dan dipatenkan atas namanya sendiri. Sementara 12 penemuan lainnya atas nama dia dan teman-temannya. Dia juga mendirikan perusahaan Bell Telephone. Tak lama berselang, pemerintah mengizinkan pembangunan pusat telepon lokal di seluruh ibukota negara bagian di AS.

Perusahaan AT&T didirikan pada 1885 untuk disambungkan dengan perusahaan Bell setempat. Logo mereka di baca menjadi “The Bell System: AT&T and Associated Companies”.

Pada 1888, Bell mendirikan Lembaga Geografi Nasional. Dia meninggal dunia di Baddek, pada 2 Agustus 1922.

Ilmuwan dan Penemu Dunia: 6. Alexander Fleming (1881-1955)

Alexander Fleming lahir pada 1881 di Lochfield, Skotlandia. Setelah lulus dari sekolah kedokteran St. Mary Hospital di London, dia sibuk melakukan penelitian dalam bidang imunitas. Pada masa perang dunia I, dia bekerja sebagai dokter tentara. Pada saat itulah dia mempelajari perihal infeksi pada luka. Dia menemukan bahwa antiseptik lebih banyak merusak sel badan daripada merusak kuman. Oleh sebab itu menurutnya, diperlukan sesuatu yang mampu membunuh bakteri, tetapi tidak merusak dan tidak berbahaya bagi sel tubuh manusia.

Seusai perang, Fleming kembali ke St. Mary Hospital. Kemudian, pada 1922, dia melakukan penyelidikan dan berhasil menemukan sesuatu yang dia sebut lysozyme. Lysozyme diproduksi oleh tubuh manusia, terdiri dari komponen yang terdiri baik lendir maupun titik cairan air mata yang tidak berbahaya bagi sel tubuh manusia. Komponen itu mampu melumpuhkan kuman tertentu, tetapi tidak efektif pada kuman khusus yang berbahaya bagi manusia. Penemuan itu menarik, tetapi tidak terlampau bermakna.

Pada 1928, Fleming menemukan sesuatu yang sangat penting. Laboratoriumnya berhasil membiakkan bakteri staphylococcus. Bakteri ini dibiarkan terbuka begitu saja di udara hingga menjadi kotor dan membusuk. Temuan Fleming menunjukkan bahwa dalam pembiakan sekitar pembusukan itu, bakteri menjadi cair. Lalu, dia menyimpulkan bahwa pembusukan itu menghasilkan suatu substansi yang beracun terhadap bakteri stapylococcus. Substansi serupa, menurutnya, berada pada pertumbuhan jenis-jenis bakteri yang berbahaya. Dia menyebut substansi itu sebagai penisilin sesudah kejadian pembusukan (Penicillium Notatum). Namun, penisilin bukanlah cairan yang baik bagi manusia ataupun binatang.

Penisilin hasil temuan Fleming dipublikasikan pada 1929. Sayangnya, tidak banyak orang tertarik dengan temuan tersebut. Fleming sendiri yakin bahwa penisilin sangat berarti untuk pengobatan. Namun, dia tidak mampu mengembangkan teknik untuk memurnikan penicilin. Akibatnya, penisilin terlantar begitu saja selama lebih dari 10 tahun.

Pada akhir 1930-an, dua peneliti media dari Inggris, Howard Walter Florey dan Ernst Boris Chain, menemukan tulisan Fleming. Mereka mengkaji kembali hasil kerja Fleming, menyempurnakan, dan memperjelas hasilnya. Mereka kemudian memurnikan penisilin lalu mengujicobakan substansi itu di laboratorium binatang.

Pada 1941, Florey dan Chain mencoba menerapkan penisilin kepada manusia yang menderita sakit. Hasilnya sungguh menakjubkan. Lantas, dengan dorongan dari pemerintah Inggris dan AS, para produsen obat-obatan mulai mengembangkan metode produksi penisilin dalam jumlah besar. Semula penisilin hanya disediakan bagi kebutuhan medis para korban perang, tetapi sejak 1944 digunakan pula oleh masyarakat sipil di Inggris dan AS.

Seusai Perang Dunia II, penggunaan penisilin sudah menyebar ke seluruh dunia. Penemuan penisilin ini juga mendorong munculnya berbagai penyelidikan lain di bidang antibiotik. Hasilnya, penisilin tetap menjadi antibiotik yang paling luas dipergunakan.

Salah satu keunggulan penisilin adalah efektivitasnya melawan berbagai mikroorganisme yang berbahaya. Obat ini berguna untuk penyembuhan sifilis, gonorrhea, diphtheria, arthiritis, bronchitis, scarlet, lever, gangrene, dan lain-lain.

Penisilin juga relatif aman dipakai. Dosis 50.000 unit penisilin efektif untuk melawan berbagai infeksi. Bahkan, suntikan 100 juta unit penisilin sehari tak menimbulkan efek apapun.

Meskipun ada orang-orang tertentu yang alergi terhadap penisilin, kebanyakan orang menilai penisilin adalah obat yang bisa mematangkan daya tahan dan pengamanan. Sejak penisilin ditemukan, antibiotik ini berhasil menyelamatkan jutaan nyawa manusia dan pasti akan menyelamatkan nyawa lebih banyak lagi di masa depan. Sedikit sekali orang yang berbeda pendapat mengenai penisilin yang merupakan penemuan Fleming.

Florey dan Chain memang berjasa mengembangkan penisilin. Namun, Fleming adalah orang yang pertama kali menemukan manfaat penisilin secara esensial. Tanpa dia, orang memerlukan waktu lama untuk menemukan penisilin. Artinya, segera setelah dia mengumumkan hasil penemuannya itu, wajar jika muncul penyempurnaan-penyempurnaan dan memproduksinya secara lebih murni.

Fleming menikah dan memiliki seorang anak. Pada 1945, dia meraih hadiah Nobel untuk jasa penemuannya. Dia membagi hadiah itu kepada Florey dan Chain. Dia meninggal dunia pada 1955.

Sabtu, 25 Juni 2011

Ilmuwan dan Penemu Dunia: 5. Alessandro Volta (1745-1827)

Alessandro Volta adalah ahli fisika, ahli kimia, pangeran, guru besar, pengarang, dan penemu elemen baterai atau tumpukan volta (1800), juga penemu kondensator, eudimeter, pistol listrik, dan lampu udara. Dia lalu memperbaiki elektroforus (1777) dan elektroskop, selain juga menemukan dan mengisolasi gas metan (1778).

Volta lahir di Como, Lombardia, Italia, pada 18 Februari 1745 dan meninggal di Como pada 1827 dalam usia 82 tahun. Dia adalah putra seorang bangsawan. Saudara sekandungnya ada sembilan orang. Semuanya masuk biara, kecuali Volta.

Volta baru dapat berbicara pada umur empat tahun, hingga keluarganya mengira dia adalah anak yang terbelakang. Namun, setelah besar dia dapat menandingi sebayanya. Pada usia 14 tahun, dengan tegas dia mengatakan ingin menjadi ahli fisika.

Volta menjadi guru fisika ketika berumur 29 tahun dan mengajar di SMA Como. Dia lalu menemukan elektrofikus, yaitu alat untuk menghasilkan muatan listrik dengan jalan induksi. Alat ini terdiri dari dua plat logam, plat pertama dan plat kedua. Plat pertama tertutup oleh ebonit dan plat kedua diberi tegangan yang berisolasi.

Plat pertama digosok dan dimuati listrik negatif. Jika plat kedua ditaruh di atasnya, muatan listrik positif tertarik ke permukaan bagian bawah. Muatan negatif terusir ke atas. Muatan negatif lalu ditarik ke tanah. Proses ini diulang berkali-kali sampai ada muatan yang kuat pada plat kedua. Mesin pengumpul muatan ini menjadi dasar kondensator atau kapasitor sampai sekarang.

Volta pun menjadi terkenal dan diangkat sebagai guru besar di Universitas Pavia. Di sini dia membuat alat yang berhubungan dengan listrik statik. Hasilnya, dia diangkat menjadi anggota The Royal Society dan mendapat hadiah Medali Copley.

Pada 1786, Luigi Galvani, ahli fisiologi dan temen Volta, menemukan bahwa kaki katak yang dikait dengan kait tembaga, bila menyentuh besi maka kaki itu berdenyut. Galvani menyimpulkan bahwa daging katak mengandung listrik.

Pada 1794, Volta tahu bahwa listrik berasal dari logam dan bukan dari daging katak. Timbullah perdebatan ilmiah antara pengikut Volta dan Galvani selama sekira enam tahun. Pada 1800, Volta berhasil menemukan baterai. Maka, gugurlah teori Galvani.

Volta membuat baterai pertama dari seng dan tembaga yang dicelupkan air garam. Rangkaian yang disebut voltaic pile itu merupakan baterai pertama di dunia. Untuk menghormati jasanya, digunakan istilah volt sebagai satuan tegangan listrik.

Pada 1801, Volta diundang ke Paris oleh The Academy of Sciences untuk mendemostrasikan temuannya. Napoleon Bonaparte menganugerahi dia sebuah medali emas. Napoleon juga mengangkatnya sebagai senator. Volta meninggal pada 5 Maret 1827. Meski dia telah wafat sangat lama, jasanya menciptakan baterai masih dikenang hingga sekarang.